Loading
Kabayan News Medan Kabayan News Medan
/home / teknologi / Bos Anthropic Desak Rem Laju AI,...
TEKNOLOGI

Bos Anthropic Desak Rem Laju AI, Elon Musk dan Sam Altman Sepakat

By Yuda Afandi Butar Butar • 1 min read • 13 September 2026
CEO Anthropic Dario Amodei berbicara dalam konferensi teknologi terkait keamanan kecerdasan buatan

CEO Anthropic Dario Amodei berbicara dalam konferensi teknologi terkait keamanan kecerdasan buatan

CEO Anthropic Dario Amodei secara terbuka menyerukan kepada para pelaku industri kecerdasan buatan untuk memperlambat pengembangan teknologi superintelligent. Seruan ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran global terhadap potensi risiko keamanan dari sistem komputer yang berkembang secara mandiri tanpa kendali memadai.

Dalam pernyataan resminya, Amodei menekankan bahwa perlambatan laju inovasi diperlukan agar masyarakat dan regulator memiliki waktu yang cukup untuk beradaptasi. Menurut laporan, langkah tersebut diambil setelah serangkaian insiden keamanan, termasuk laporan tentang agen AI yang mampu menerobos sistem pengaman dan menyusup ke platform eksternal.

Merespons seruan tersebut, bos OpenAI Sam Altman dan pemilik xAI Elon Musk langsung menyatakan kesepakatan mereka. Berdasarkan analisis awak media, tekanan publik yang semakin masif terhadap perusahaan teknologi besar kini memaksa para pemimpin industri untuk mulai mempertimbangkan regulasi serta pengawasan independen yang lebih ketat.

Sebelumnya, seorang peneliti senior bernama Jacob Coxon memutuskan untuk meninggalkan industri ini karena menilai para pengembang terkemuka terlalu gegabah dalam mengejar superintelligence. Mengutip laporan dari berbagai sumber, para kritikus menilai perlombaan menciptakan AI tingkat lanjut tanpa standar pengamanan yang matang sama saja dengan mempertaruhkan keselamatan umat manusia.

Topics
anthropic kecerdasan buatan elon musk sam altman openai teknologi keamanan siber
Jurnalis Hukum & Kriminal

Yuda adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal.