Ketegangan di wilayah Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melancarkan serangkaian serangan baru di Jalur Gaza. Peristiwa berdarah ini terjadi tepat pada momen peringatan tiga tahun serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober, yang sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan dari pejabat kesehatan Palestina, gempuran tersebut memakan korban jiwa sebanyak lima orang di berbagai titik wilayah Gaza. Ledakan keras terdengar bersahutan di perbatasan, bertepatan dengan waktu para keluarga korban berkumpul untuk mengenang para penyintas festival musik Nova yang tewas tiga tahun silam.
Mengutip laporan dari rumah sakit setempat, serangan udara Israel menyasar beberapa area termasuk Gaza City dan Khan Yunis. Pihak militer Israel mengeklaim bahwa operasi tersebut menargetkan anggota militer kelompok Hamas, sementara kondisi kemanusiaan di wilayah pesisir tersebut dilaporkan masih sangat memprihatinkan akibat blokade dan hancurnya infrastruktur.
Dari analisis awak media, situasi di Gaza tetap berada di dalam bayang-bayang krisis kemanusiaan yang akut meskipun gencatan senjata sempat disepakati sebelumnya. Ratusan ribu warga pengungsi masih harus bertahan hidup di tenda-tenda darurat di tengah tumpukan reruntuhan bangunan akibat konflik berkepanjangan.