Pengguna jasa moda transportasi massal tentu pernah merasakan sensasi embusan angin yang cukup kencang saat melintasi area tangga maupun eskalator di Stasiun MRT Jakarta Dukuh Atas. Tiupan angin tersebut seringkali membuat rambut penumpang berkibar sekaligus menghadirkan kesejukan di tengah suasana bawah tanah yang biasanya tertutup.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Banyak orang mungkin mengira bahwa fenomena unik ini disebabkan oleh adanya kipas raksasa yang tersembunyi di balik langit-langit stasiun. Namun, anggapan tersebut ternyata keliru karena ada hukum fisika tertentu yang memegang peran utama dalam pergerakan udara di area bawah tanah tersebut.
Berdasarkan analisis dan penjelasan dari ahli konstruksi Davy Sukamta, embusan angin tersebut murni bersumber dari dinamika aliran fluida yang mencakup pergerakan gas atau udara dari satu lokasi ke lokasi lainnya di dalam sistem terowongan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa terowongan bawah tanah yang aktif mengalirkan udara akan menciptakan efek tersendiri ketika terhubung dengan bukaan menuju permukaan. Saat terjadi pergerakan udara di luar, udara yang berada di dalam terowongan secara otomatis ikut tertarik dan mengalir ke luar melalui celah atau bukaan tersebut.
Melalui mekanisme aliran fluida inilah para penumpang bisa merasakan tiupan angin segar saat bergerak dari peron menuju area concourse yang lebih tinggi. Pengamatan awak media menunjukkan bahwa desain arsitektur ruang bawah tanah modern memang memperhitungkan sirkulasi udara alami demi kenyamanan para pengguna transportasi publik.