Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memberikan kejelasan terkait isu yang sempat mencemaskan pasar energi global. Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada hari Jumat, ia menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan memberlakukan kebijakan larangan ekspor diesel.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Keputusan penting tersebut diambil menyusul langkah positif yang ditunjukkan oleh negara-negara Eropa yang sepakat untuk menggelontorkan cadangan bahan bakar mereka. Menurut laporan, kebijakan taktis Eropa ini dinilai sebagai kontribusi besar dalam meredam lonjakan harga energi di tengah situasi geopolitik yang memanas.
Sebelumnya, isu mengenai potensi pembatasan ekspor diesel sempat digulirkan oleh pihak Washington untuk menekan biaya domestik di dalam negeri. Berdasarkan analisis awak media, tekanan politik menjelang pemilihan umum paruh waktu turut memicu pemerintah AS mencari solusi cepat guna meredam kemarahan pemilih atas kenaikan harga energi.
Meski sempat mempertimbangkan opsi proteksionis tersebut hingga hari Kamis lalu, Trump akhirnya melunak setelah tercapainya kesepakatan G7 untuk melepas 100 juta barel cadangan minyak. "Apa yang dilakukan Eropa adalah hal yang hebat, dan kami tidak akan melakukan larangan ekspor," ungkap Trump menegaskan komitmen kerja sama energi global.