Universitas Sumatera Utara menunjukkan komitmen nyata dalam pengembangan inovasi teknologi kesehatan melalui pelibatan tim pakar multidisiplin. Langkah strategis ini dijalankan dalam kerangka Program Pra-Studi Kelayakan yang didukung oleh skema Hilirisasi Riset dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Fokus utama dari kajian mendalam tersebut diarahkan untuk mengevaluasi kesiapan platform digital bernama SELCARE. Platform berbasis web ini dirancang khusus guna membantu proses deteksi dini, pemantauan kesehatan secara berkala, serta pelatihan fungsi kognitif bagi para lansia di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Ketua tim pakar, Prof. Reni Asmara Ariga, menyampaikan bahwa proses evaluasi ini tidak sekadar berfokus pada aspek teknis semata. Berdasarkan pengamatan awak media, pendekatan yang digunakan bersifat menyeluruh untuk memastikan inovasi tersebut benar-benar siap beradaptasi di tengah kebutuhan masyarakat luas.
"Posisi kami bukan sekadar mengembangkan teknologinya, tetapi menilai apakah SELCARE sudah memiliki kesiapan yang memadai untuk masuk ke tahap hilirisasi," ujar Prof. Reni dalam keterangannya terkait program strategis tahun anggaran 2027 ini.
Platform SELCARE sendiri mengintegrasikan sejumlah teknologi canggih seperti sistem asesmen kognitif adaptif berbasis kecerdasan buatan, pemantauan kondisi pengguna secara longitudinal, serta sistem pendukung keputusan. Kombinasi fitur ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi latihan yang tepat sekaligus memudahkan tenaga medis.
Guna memastikan objektivitas dan ketepatan analisis, kajian melibatkan lima pakar dengan bidang keahlian yang sangat beragam. Tim ini mencakup pakar teknologi informasi, manajemen pemasaran, keuangan dan risiko, hingga regulasi dan hukum yang berkolaborasi secara intensif.
Melalui rangkaian Focus Group Discussion serta kegiatan business matching, tim berharap inovasi kesehatan ini dapat segera dipertemukan dengan calon mitra strategis. Langkah tersebut diyakini mampu mempercepat proses hilirisasi sehingga memberikan dampak positif nyata bagi kualitas hidup lansia di tanah air.