Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah membuka peluang besar untuk mengevaluasi sistem kenaikan kelas yang berlaku saat ini. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa aturan di mana semua murid otomatis naik kelas berpotensi diubah mulai tahun 2027.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Wacana tersebut disampaikan langsung oleh Abdul Mu'ti dalam acara Konvensi Pendidikan Indonesia XII Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja. Menurut pengamatan tim redaksi, langkah ini diambil sebagai respons atas berbagai masukan dan usulan dari para pengamat serta praktisi pendidikan.
"Dan kalau ini disetujui dan mungkin menjadi bagian rekomendasi konvensi ini, tentu kami siap melaksanakan. Sehingga mulai tahun 2027 dan seterusnya tidak semua murid otomatis naik kelas," ujar Mu'ti saat memberikan keterangan resminya.
Meski demikian, wacana perubahan kebijakan ini tidak bisa langsung diterapkan begitu saja. Berdasarkan analisis awak media, pihak kementerian menegaskan bahwa setiap perombakan aturan harus melalui kajian akademik yang mendalam bersama para ahli dan akademisi terkait agar keputusan yang diambil tepat sasaran.
Kebijakan ini didorong oleh kekhawatiran bahwa sistem kenaikan otomatis dapat memicu sindrom rajin dan malas sama saja di kalangan peserta didik. Dengan adanya aturan baru nantinya, para siswa diharapkan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi serta mental kompetitif yang tangguh.
"Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus RMS: rajin malas sama saja. Saya setuju, Prof Brian, mereka harus kita biasakan punya jiwa yang rajin belajar kemudian siap untuk berkompetisi dan anak-anak yang tangguh seperti yang sering disampaikan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto," tambah Mu'ti.
Sebagai informasi, kebijakan kenaikan kelas otomatis sebelumnya menjadi bagian dari Kurikulum Merdeka yang digagas oleh era kepemimpinan sebelumnya. Dalam sistem tersebut, keputusan tidak naik kelas sejatinya menjadi opsi terakhir yang diambil guru setelah melalui musyawarah dan mempertimbangkan berbagai aspek kemajuan belajar siswa.