Amerika Serikat secara resmi telah menarik seluruh pesawat pengebom B-1 miliknya dari pangkalan udara di Inggris, hanya berselang sepekan pasca penangkapan sejumlah pria yang diduga merencanakan aksi teror di fasilitas militer tersebut. Berdasarkan laporan awak media, keputusan cepat dari pihak Pentagon ini diambil demi mengamankan aset strategis militer setelah muncul sinyalemen ancaman keamanan yang cukup tinggi di kawasan Eropa.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pangkalan udara RAF Fairford yang terletak di sebelah barat laut London sebelumnya menampung belasan pesawat pengebom strategis yang sempat digunakan untuk melancarkan serangan udara terhadap posisi militer Iran. Mengutip laporan dari pejabat pertahanan, seluruh armada pesawat tersebut kini telah diterbangkan kembali menuju stasiun pangkalan asal mereka di Amerika Serikat demi mengantisipasi risiko lanjutan.
Perdana Menteri Inggris menyatakan bahwa pihaknya memiliki indikasi kuat keterlibatan pihak asing, dalam hal ini Iran, di balik dugaan rencana serangan teror yang menargetkan pangkalan strategis tersebut. Namun demikian, pemerintah Iran dengan tegas membantah tudingan keterlibatan tersebut dan bahkan memanggil Duta Besar Inggris di Teheran sebagai bentuk protes resmi atas tuduhan itu.
Berdasarkan analisis pengamat pertahanan global, penarikan armada tempur ini menunjukkan betapa rentannya fasilitas militer asing terhadap ancaman penyusupan di tengah memanasnya konflik geopolitik regional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya sempat menyebut bahwa para pelaku merencanakan kerusakan besar, sementara Menteri Luar Negeri Marco Rubio turut mengonfirmasi adanya keterlibatan aktor asing dalam ancaman ini.