Danantara Indonesia secara tegas mendorong penguatan sistem pendanaan yang berkelanjutan guna mengakselerasi perkembangan ekosistem olahraga nasional. Langkah strategis ini dinilai krusial agar dunia olahraga tanah air tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi semata, melainkan juga mampu memberikan dampak luas bagi pembangunan manusia dan peningkatan daya saing global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis tim redaksi, perhatian serius terhadap sektor permodalan ini menjadi titik balik bagi kemandirian finansial industri olahraga di tanah air. Dalam acara Indonesia Sport Summit 2026 yang dihelat di Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta, terungkap bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan investor swasta mutlak diperlukan.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan merupakan fondasi utama untuk membawa prestasi atlet Indonesia menuju level profesional yang lebih tinggi.
"Kami meyakini bahwa olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga tentang pembangunan manusia serta peningkatan daya saing bangsa. Oleh karena itu, olahraga memerlukan pendanaan yang berkelanjutan agar potensinya dapat berkembang secara optimal," ujar Rosan dalam keterangannya.
Senada dengan hal tersebut, Managing Director Global Business Development Corporate Finance Danantara, Djamal Atamimi, memaparkan potensi ekonomi dari sektor permodalan olahraga. Berdasarkan data tahun 2025, anggaran sport tourism di Indonesia tercatat mencapai Rp 6,5 miliar dengan tingkat penyerapan yang sangat impresif, yakni menyentuh angka 98,88 persen.