Loading
Kabayan News Medan Kabayan News Medan
/home / gaya hidup / Kucing Indonesia Rawan Sakit, Tiga...
GAYA HIDUP

Kucing Indonesia Rawan Sakit, Tiga Masalah Kesehatan Ancam Anabul

By Berlina Suci Andam Dewi • 2 min read • 4 September 2026
Ilustrasi kucing peliharaan yang sedang diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan

Ilustrasi kucing peliharaan yang sedang diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan

Memelihara hewan kesayangan seperti kucing tentu memerlukan perhatian ekstra terhadap kondisi fisik dan kesehatannya sehari-hari. Di Indonesia, dunia kesehatan hewan peliharaan ternyata memiliki tantangan tersendiri yang didominasi oleh tiga jenis penyakit utama.

Berdasarkan pemaparan Health Affairs Manager Royal Canin Indonesia, Iga Ismaya, masalah kulit dan jamur, gangguan gastrointestinal, serta penyakit urine menjadi momok utama yang sering menghantui kucing peliharaan di Tanah Air. Fenomena ini diungkapkannya dalam kampanye Sehat Bersama Royal Canin di Indonesia International Pet Expo.

Dari analisis tim redaksi, pola penyakit ini berbeda cukup signifikan jika dibandingkan dengan tren kesehatan hewan secara global. Di negara-negara dengan tingkat kesejahteraan dan harapan hidup hewan yang lebih tinggi, permasalahan kesehatan yang mendominasi biasanya berkaitan dengan obesitas serta penyakit degeneratif akibat penuaan.

Sebaliknya, kondisi di Indonesia menunjukkan bahwa rata-rata harapan hidup kucing masih relatif pendek, yakni berkisar di angka enam tahun. Oleh karena itu, berbagai penyakit kronis yang berkaitan dengan usia lanjut belum mendominasi kasus kesehatan hewan di sini.

Masalah dermatologi atau gangguan pada kulit dan bulu menjadi keluhan yang paling sering ditemui oleh para pemilik anabul. Permasalahan ini menuntut perhatian khusus agar tidak semakin parah dan mengganggu kenyamanan hewan kesayangan di rumah.

Selain masalah kulit, gangguan gastrointestinal atau pencernaan juga masuk dalam daftar tiga besar penyakit utama pada kucing lokal. Berbagai keluhan seperti muntah dan diare kerap menjadi alasan utama para pemilik hewan harus segera membawa peliharaan mereka ke dokter hewan.

Gangguan pencernaan ini biasanya dapat dikenali secara langsung oleh pemilik melalui perubahan kebiasaan makan serta pola buang air besar hewan. Oleh sebab itu, kepekaan pemilik dalam mengamati gerak-gerik peliharaan sangat dibutuhkan demi pencegahan dini.

Kendala ketiga yang kerap melanda kucing di Indonesia adalah masalah pada saluran urine atau perkemihan. Kondisi ini meliputi peradangan hingga penumpukan mineral di kandung kemih yang berisiko membentuk kristal atau batu ginjal yang menyiksa hewan.

Gejala gangguan saluran kemih pada kucing umumnya ditandai dengan kebiasaan sering mengejan, rasa sakit saat buang air kecil, hingga perubahan warna urine yang tampak kemerahan. Pemilik diimbau untuk sigap mengenali tanda-tanda tersebut guna menghindari komplikasi yang lebih parah.

Upaya edukasi kepada masyarakat terus digencarkan oleh berbagai pihak agar para pemilik hewan semakin paham cara merawat kesehatan anabul kesayangan mereka. Dengan penanganan dan pencegahan yang tepat, kualitas hidup kucing di Indonesia diharapkan bisa semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Topics
kucing kesehatan hewan royal canin penyakit kucing gaya hidup hewan peliharaan
Jurnalis Gaya Hidup & Kesehatan

Berlina adalah jurnalis yang mengkhususkan diri pada isu-isu gaya hidup, kesehatan, dan tren. Lulusan Universitas Sumatera Utara (USU), ia memiliki kepekaan terhadap perkembangan tren gaya hidup dan isu-isu kesehatan masyarakat. Tulisannya menginspirasi pembaca untuk menjalani gaya hidup sehat dan bermakna.