Tepis Tudingan Pemborosan, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Bantu Rakyat Miskin

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Ringkasan: Presiden Prabowo Subianto menyentil kritik yang menganggap program bantuan rakyat miskin sebagai pemborosan anggaran.

Presiden RI Prabowo Subianto merespons keras tudingan pihak tertentu yang menganggap program pemerintah untuk membantu masyarakat miskin sebagai bentuk pemborosan anggaran. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026).

Sentil Sikap Diam atas Kecurangan

Baca Juga

Prabowo menyoroti kejanggalan dari kritik yang dialamatkan kepada pemerintah. Ia menyayangkan pihak-pihak yang kerap mengkritik bantuan untuk rakyat kecil, namun mendadak diam saat terjadi penyelewengan atau pemberian kredit triliunan rupiah kepada pengusaha besar.

"Kalau kita mau bantu rakyat kita yang miskin, dibilang pemborosan! Kalau kecurangan, penyelundupan, diam! Orang besar kasih kredit terus, triliunan. Orang kecil enggak boleh terima apa-apa," ujar Prabowo.

Targetkan 'Zero Hunger' dan Tolak Kemerdekaan Semu

Presiden menegaskan bahwa penanganan kelaparan atau "zero hunger" menjadi fokus dan prioritas paling mendasar bagi Kabinet Merah-Putih. Ia meminta jajarannya tidak ragu mencontoh keberhasilan negara lain demi mengatasi masalah pangan.

Menurut Prabowo, jaminan ketersediaan pangan adalah tolok ukur utama dari kemerdekaan sebuah bangsa. "Untuk apa kita merdeka? Untuk apa kita punya NKRI kalau kita tidak bisa memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban? Yang paling dasar adalah makan, pangan," tegasnya.

Pentingnya Pangan bagi Kelangsungan Peradaban

Menutup arahannya, Prabowo menekankan bahwa sebuah peradaban bangsa tidak akan bertahan jika kebutuhan dasar pangan masyarakatnya diabaikan. Ia mengabaikan pandangan pihak lain yang mengecilkan pentingnya pemenuhan gizi rakyat.

"Yang saya tahu dari sejarah ribuan tahun peradaban manusia, tidak ada masyarakat yang bertahan tanpa pangan. Punah. Peradaban punah kalau tidak ada makan," pungkas Prabowo.