Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengikuti kegiatan Panen Raya TNI Serentak di Desa Rejo Basuki, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (17/7/2026). Sinergi ini dilakukan untuk mempercepat kedaulatan dan swasembada pangan nasional.
Gerakan Nasional 43 Titik di Indonesia
Baca Juga
-
Kompas.com Kembali Raih Penghargaan Media Online Tepercaya
Kompas.com berhasil meraih penghargaan sebagai media online tepercaya untuk kedua kalinya secara...
-
Presiden Prabowo Sebut Pihak yang Protes Beras Mahal Silakan Tanam Padi Sendiri
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa petani berhak mendapatkan penghasilan tinggi dan...
-
Aismoli Siap Dukung Rencana Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyatakan siap berkontribusi...
-
Bek Argentina Cristian Romero Tolak Jabat Tangan Donald Trump di Final Piala Dunia
Bek Argentina Cristian Romero mengabaikan jabat tangan Presiden AS Donald Trump saat upacara...
Panen raya di Lampung merupakan bagian dari agenda nasional yang digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto secara daring dari Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Secara nasional, kegiatan ini mencakup pendampingan panen padi oleh TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, panen kedelai oleh TNI Angkatan Laut di empat lokasi, serta panen tebu bersama TNI Angkatan Udara di delapan lokasi.
Arahan Tegas Presiden Prabowo Subianto
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan ketahanan pangan adalah gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa, bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertanian.
"Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa," ujar Presiden Prabowo dalam siaran pers yang diterima Sabtu (18/7/2026).
Presiden menambahkan bahwa TNI dan Polri harus selalu hadir bersama rakyat membantu mengatasi persoalan di lapangan, termasuk mendongkrak produksi pangan nasional.
Dampak Positif Pendampingan TNI dan Polri
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi keterlibatan TNI dan Polri yang dinilai memperkuat pengawalan program pangan dari hulu hingga hilir.
"Selama sekitar satu setengah tahun terakhir, TNI dan Polri mengawal berbagai komoditas. Tidak ada pupuk yang diselewengkan, harga panen tetap terjaga, dan jadwal tanam berjalan lebih tepat," kata Gubernur Mirza.
Sebagai langkah keberlanjutan, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk mempercepat perbaikan jaringan irigasi guna membantu produktivitas para petani lokal.
"Mudah-mudahan upaya tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi petani," pungkas Mirza.