Prabowo Janji Berantas Korupsi Tanpa Tebang Pilih, Ibaratkan Seperti Kanker

Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Ringkasan: Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memberantas korupsi tanpa tebang pilih dan mengibaratkan penyelewengan seperti penyakit kanker.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas segala bentuk penyelewengan dan korupsi tanpa tebang pilih. Pernyataan ini disampaikan Prabowo di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7/2026).

Analogikan Korupsi Seperti Penyakit Kanker

Baca Juga

Dalam pengarahannya, Prabowo mengibaratkan penanganan penyimpangan dan korupsi seperti proses pengobatan penyakit kanker. Ia menekankan pentingnya ketepatan penanganan agar tidak merusak struktur tubuh atau fondasi negara secara keseluruhan.

"Karena kita ingin menyehatkan badan Indonesia. Kalau ada orang umpamanya kena kanker, jalan pintas bisa, potong saja tangannya, potong saja kakinya kan begitu? Tapi, mungkin dengan ketepatan, dengan terapi, dengan teknologi, kita bisa tanpa terlalu merusak badan," ujar Prabowo.

Anatomi Ekonomi dan Bahaya Permainan Birokrat

Prabowo menilai kondisi perekonomian suatu negara sangat mirip dengan kesehatan anatomi tubuh manusia. Ekonomi akan tumbuh sehat jika dipelihara dengan baik dan terhindar dari praktik-praktik kecurangan.

Ia menyebut berbagai praktik merusak seperti "mark-up", penipuan, "under invoicing", hingga "transfer pricing" sebagai racun bagi ekonomi. Prabowo juga menyoroti adanya permainan antara oknum birokrat dan pengusaha serta penyaluran kredit perbankan yang eksklusif.

"Kalau diracuni dengan mark-up, dengan korupsi, dengan penipuan, dengan under invoicing, dengan transfer pricing, dengan patgulipat, permainan antara birokrat sama pengusaha, antara bank kasih kredit ke itu-itu saja, ya rusak, sakit. Nah, ini kita sedang perbaiki," tegasnya.

Prihatin Oknum yang Manfaatkan Program Pemerintah

Kepala Negara mengaku prihatin dan sedih terhadap tindakan oknum-oknum yang memanfaatkan program prioritas pemerintah demi memperkaya diri sendiri. Padahal, program-program tersebut dirancang untuk kesejahteraan masyarakat.

"Kita sedih, ada oknum oknum pribadi pribadi yang ingin cari kekayaan, dari sesuatu pekerjaan atau usaha yang begitu besar dan mulia bagi rakyat," ungkap Prabowo.

Komitmen Tindak Tegas dan Evaluasi Program

Meski merasa prihatin, Prabowo memastikan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan hukum yang tegas. Ia berjanji akan terus menindak siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran.

Berkaca dari kasus yang melibatkan kepemimpinan BGN sebelumnya serta dinamika program Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo berjanji segera mengevaluasi dan membenahi setiap kekurangan yang ada.

"Tentunya usaha besar ini banyak kekurangan, sama dengan MBG ada kekurangan, ada penyelewengan, ada penyimpangan, kita segera tindak dan perbaiki," pungkasnya.