Kabar baik datang bagi masyarakat Singapura karena tagihan utilitas bulanan dipastikan mengalami penurunan pada kuartal keempat tahun 2026. Berdasarkan pengumuman operator jaringan SP Group pada Rabu (30/9), tarif listrik rumah tangga untuk periode Oktober hingga Desember tercatat turun sebesar 10,4 persen atau setara dengan 3,32 sen per kWh dibanding kuartal sebelumnya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengutip laporan resmi tersebut, harga listrik kini berada di angka 28,59 sen per kWh, lebih rendah dari tarif sebelumnya yang mencapai 31,91 sen per kWh sebelum dikenakan Pajak Barang dan Jasa atau GST. Penurunan ini secara langsung akan mengurangi beban pengeluaran bulanan, di mana rata-rata keluarga yang tinggal di rumah susun HDB tipe empat kamar bisa menghemat sekitar S$12,99.
Tidak hanya listrik, penyedia layanan gas City Energy juga mengumumkan penurunan tarif gas rumah tangga untuk periode yang sama. Tarif gas turun sekitar 8,6 persen dari 23,48 sen per kWh menjadi 21,45 sen per kWh sebelum GST, memberikan angin segar tambahan bagi anggaran rumah tangga.
Tim redaksi mengamati bahwa penyesuaian tarif yang diatur oleh Energy Market Authority ini selalu mencerminkan dinamika harga bahan bakar dari kuartal sebelumnya. Meskipun tarif saat ini turun, para ahli mengingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah sejak September lalu telah memicu kenaikan harga bahan bakar global yang berpotensi mendongkrak kembali tarif energi pada kuartal berikutnya.
Sebagaimana dijelaskan oleh Dr Sung Jinseok selaku Research Fellow di NUS Energy Studies Institute, pemulihan harga secara penuh ke level sebelum konflik baru diprediksi dapat terjadi pada tahun 2027 apabila situasi kawasan Teluk sudah kembali normal. Pemerintah Singapura sendiri terus memantau situasi ini sembari memberikan dukungan berupa berbagai rabat bagi warganya.