Kasus dugaan pemerkosaan mahasiswi yang melibatkan perguruan tinggi bergengsi di Amerika Serikat kembali memicu gelombang kemarahan publik setelah penyelidikan hukum sebelumnya dihentikan begitu saja.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Presiden Cornell University Michael Kotlikoff menyatakan dukungannya terhadap investigasi hukum independen yang melibatkan firma hukum luar guna mengusut tuntas penanganan kasus kekerasan seksual pada tahun 2024 lalu.
Menurut laporan yang beredar, korban yang disamarkan namanya sebagai Jane Doe mengaku dibius menggunakan ketamine dan diserang oleh sejumlah anggota dari perkumpulan mahasiswa Chi Phi di lingkungan kampus.
Situasi semakin memanas setelah kejaksaan setempat sebelumnya memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan pidana dengan alasan keterangan korban belum cukup membuktikan unsur tidak adanya persetujuan.
Sebagaimana dilaporkan oleh media setempat, Gubernur New York Kathy Hochul akhirnya turun tangan dan menunjuk Jaksa Agung Letitia James untuk memimpin pembukaan kembali investigasi kriminal atas kasus tersebut.
Berdasarkan analisis awak media, tekanan publik yang masif di media sosial turut memainkan peran besar dalam mendesak transparansi penegakan hukum bagi korban kekerasan seksual di lingkungan institusi pendidikan.
Ribuan warganet di berbagai platform digital kompak menyuarakan solidaritas dengan menggunakan tanda pagar khusus untuk melindungi identitas korban dari ancaman pembukaan identitas oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Pihak kampus sendiri memastikan bahwa mereka tidak akan tinggal diam menunggu hasil investigasi selesai dan berkomitmen melakukan perbaikan menyeluruh demi keamanan para mahasiswa di masa mendatang.