Kabar duka menyelimuti Malaysia setelah tokoh perempuan penuh inspirasi, Siti Hasmah Mohamad Ali, dikabarkan tutup usia pada Senin, 28 September 2026. Almarhumah mengembuskan napas terakhirnya di National Heart Institute, Kuala Lumpur, pada usia 100 tahun setelah kondisi kesehatannya mendadak memburuk di pagi hari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengungkapkan rasa terkejut dan kesedihannya yang mendalam atas kepergian sang istri tercinta. Menurut laporan awak media, Mahathir menceritakan bahwa Siti Hasmah masih tampak dalam kondisi yang cukup sehat dan bugar pada malam sebelum beliau meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan dari keluarga, putra kedua mereka, Mokhzani Mahathir, menyebutkan bahwa ibunya menunjukkan semangat yang baik sebelum kesehatannya mengalami penurunan drastis pada Senin pagi. Sementara itu, Mukhriz Mahathir menambahkan bahwa sang ayah dengan setia mendampingi dan menemani ibunya hingga detik-detik terakhir kehidupan beliau.
Putri sulung mereka, Marina Mahathir, mengungkapkan bahwa ayahnya merasa sangat kehilangan sosok pendamping hidup yang telah membersamainya selama tujuh dekade penuh kasih. Dari analisis tim redaksi, kepergian Siti Hasmah meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga besar Mahathir, tetapi juga bagi seluruh rakyat Malaysia mengingat dedikasi luar biasa almarhumah.
Jenazah Siti Hasmah kemudian dikebumikan melalui prosesi pemakaman kenegaraan di Makam Pahlawan atau National Mausoleum di Putrajaya pada hari yang sama. Kepergian tokoh yang dikenal luas atas kontribusinya dalam bidang kesehatan masyarakat dan kesetaraan ini meninggalkan warisan keteladanan yang abadi bagi bangsa.