Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan berhasil membongkar sindikat peredaran gelap narkotika lintas negara yang melibatkan jaringan Malaysia. Dalam pengungkapan kasus ini, petugas mengamankan sepasang kekasih yang berperan sebagai pemasok utama pod getar atau vape berisi zat adiktif terlarang di Kota Medan, Sumatera Utara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media dari laporan kepolisian, sindikat ini tergolong rapi dalam menyembunyikan barang haram guna mengelabui petugas. Para pelaku memanfaatkan berbagai modus operandi unik, mulai dari menyelipkan pod getar ke dalam kotak sabun hingga menyembunyikannya di balik bodi jam dinding yang diletakkan di atas lemari kamar.
Pengungkapan kasus bermula ketika petugas menangkap seorang pengedar berinisial SAB di sebuah apartemen kawasan Jalan Listrik, Medan. Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah vape narkoba merek Yakuza dan Batman yang transaksinya kerap disembunyikan menggunakan kotak sabun.
Pengembangan kasus kemudian mengarah kepada sepasang kekasih berinisial MAR dan PAS di sebuah rumah kos Jalan Kasuari. Meski sempat berkilah dan menolak tuduhan petugas, kejelian tim di lapangan berhasil menemukan tumpukan vape narkoba yang disembunyikan di dalam jam dinding.
Tidak berhenti di situ, penyelidikan mendalam membawa polisi menuju sebuah rumah milik keluarga pelaku MAR di kawasan Jalan Setia Budi. Di dalam kamar tidur rumah tersebut, ditemukan ratusan bungkus vape narkoba yang disimpan rapi di dalam lemari sebagai tempat penyimpanan utama.
Menurut keterangan pihak kepolisian, total barang bukti yang berhasil disita dari ketiga tersangka mencapai 295 bungkus vape narkoba. Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diketahui baru beroperasi selama dua bulan terakhir setelah sebelumnya berstatus sebagai pengguna narkotika.
Pihak kepolisian saat ini masih memburu pengendali utama jaringan internasional tersebut yang didugaberada di Malaysia. Tersangka MAR disebut menjadi pengendali lokal yang berkomunikasi langsung dengan bandar besar di negeri jiran melalui aplikasi khusus.