Jutaan warga di China tengah bersiap menyambut liburan tahunan Golden Week yang dimulai pada hari Kamis. Kendati demikian, momen libur panjang ini justru memicu gelombang keluhan dan perdebatan hangat di kalangan pekerja mengenai sistem libur penyesuaian yang diterapkan di negara tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan pengamatan dan analisis awak media, kemarahan para pekerja bermula dari kebijakan yang mengharuskan mereka mengganti hari kerja di akhir pekan sebelum atau sesudah libur nasional. Sistem yang dikenal sebagai tiaoxiu ini dinilai banyak pihak tidak benar-benar memberikan waktu istirahat yang cukup, melainkan mengacaukan ritme kerja harian.
Keluhan tersebut ramai disuarakan oleh warganet di platform media sosial Weibo. Sebagaimana dilaporkan oleh para pengguna internet, sebelum liburan dimulai pun mereka sudah merasa sangat kelelahan akibat harus bekerja di hari libur akhir pekan untuk menutupi hari cuti bersama.
Perdebatan ini semakin memanas mengingat libur Golden Week tahun ini berdekatan dengan perayaan Festival Musim Gugur yang jatuh beberapa hari sebelumnya. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan efektivitas kebijakan tersebut dan menduga bahwa aturan itu lebih ditujukan untuk mendongkrak sektor konsumsi ketimbang kesejahteraan pekerja.
Di sisi lain, pemerintah dan sektor pariwisata tetap menaruh harapan besar pada libur panjang ini untuk menggerakkan kembali perekonomian domestik. Berdasarkan laporan media setempat, lonjakan mobilitas diprediksi tetap tinggi di berbagai bandara utama dan destinasi wisata populer, meskipun tingkat belanja rata-rata per wisatawan sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.