Kabar mengejutkan datang dari kancah musik tanah air setelah gitaris Dodhy secara sepihak mengumumkan pembubaran grup musik Kangen Band melalui akun media sosial Instagram miliknya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pengumuman tersebut sontak memantik reaksi keras dan tanda tanya besar dari sang vokalis, Andika Mahesa, yang mengaku sama sekali tidak menduga adanya keputusan drastis tersebut.
Menurut Andika Mahesa, dirinya memilih untuk tidak gegabah menyikapi pernyataan sang gitaris di dunia maya dan memilih langkah bijak dengan terbang langsung ke Jakarta guna membahas duduk perkara yang sebenarnya.
"Ya paling nunggu besok kita ketemuan sama anak-anak Kangen Band, gua terbang ke Jakarta tuh harus duduk bareng," ungkap Andika Mahesa saat dihubungi awak media.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, langkah cepat yang diambil oleh pria yang akrab disapa Babang Tamvan ini dinilai sangat tepat mengingat Kangen Band masih memiliki sejumlah kewajiban kontrak panggung yang mengikat hingga akhir tahun 2026.
Ketegangan kian terasa setelah Dodhy dalam unggahannya turut menyinggung adanya unsur kezaliman sebagai alasan di balik keputusan pembubaran band yang telah lama membesarkan nama mereka.
Menanggapi isu sensitif tersebut, Andika Mahesa mengaku bingung karena merasa hubungan internal band dan jadwal panggung sebelumnya berjalan tanpa ada gesekan berarti.
"Ya gua nyikapin ini ya mungkin sabar aja dulu sampai dengar semua personil seperti apa kan gitu, gua kan harus menanyakan juga enggak bisa sepihak kan. Gitu, ada kendala apa sih, ada masalah apa kan gitu," tambahnya.
Lebih lanjut, komunikasi langsung antara Andika Mahesa dan Dodhy dilaporkan belum terjalin pasca-unggahan kontroversial itu, mengingat pertemuan terakhir mereka baru saja terjadi saat berada di Hongkong beberapa hari lalu.
Dari analisis awak media, polemik ini dikhawatirkan dapat berdampak luas terhadap eksistensi band serta para pihak penyelenggara acara, terlebih dengan adanya larangan keras dari Dodhy terkait penggunaan lagu-lagu ciptaannya.