Loading
Kabayan News Medan Kabayan News Medan
/home / teknologi / Skor PISA Indonesia Naik Tipis,...
TEKNOLOGI

Skor PISA Indonesia Naik Tipis, Pengamat Sebut Belum Berhasil

By Yuda Afandi Butar Butar • 2 min read • 12 September 2026
Grafik skor PISA Indonesia sains dan membaca tahun 2025

Grafik skor PISA Indonesia sains dan membaca tahun 2025

Kenaikan skor Programme for International Student Assessment atau PISA 2025 di bidang literasi membaca dan sains menuai sorotan tajam dari kalangan pengamat pendidikan tanah air. Berdasarkan analisis awak media, perdebatan mengenai validitas kenaikan skor ini mencuat karena pencapaian tersebut sering kali dijadikan bahan selebrasi tanpa melihat realitas capaian jangka panjang yang sesungguhnya.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji menegaskan bahwa kenaikan skor kompetensi literasi membaca dan sains yang terjadi saat ini tergolong sangat kecil secara statistik. "Sains naik dari sekitar 383 menjadi 389, dan membaca dari 359 menjadi 365; tapi menurutnya perubahan sekecil itu secara statistik tidak cukup untuk disimpulkan sebagai perbaikan yang berarti, apalagi dijadikan alasan selebrasi," ujarnya memberikan keterangan tertulis mengenai dinamika capaian PISA tersebut.

Indra menilai bahwa tolok ukur yang lebih jujur untuk menilai kinerja sistem pendidikan nasional bukanlah sekadar membandingkan hasil tes tahun ini dengan periode sebelumnya. Menurut pandangannya, evaluasi yang objektif harus mengacu pada perbandingan antara hasil aktual dengan target ambisius yang telah dicanangkan pemerintah sendiri melalui dokumen resmi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Berdasarkan data dokumen Ringkasan RPJMN Tahun 2025-2029, pemerintah sebelumnya mematok target skor PISA 2025 masing-masing sebesar 396 untuk membaca, 404 untuk matematika, dan 416 untuk sains. Namun kenyataannya, hasil aktual PISA 2025 menunjukkan angka 365 untuk membaca, 364 untuk matematika, dan 389 untuk sains, yang berarti capaian tersebut meleset jauh dari target di semua bidang mata pelajaran tanpa terkecuali.

"Tapi kalau dibandingkan ke target yang kita tetapkan sendiri, itu masih jauh dari kata berhasil di ketiga mata pelajaran, bukan cuma matematika," ungkap Indra menyoroti selisih puluhan poin dari target yang dijanjikan. Ia menambahkan bahwa pemerintah seharusnya merasa gelisah saat melihat ketimpangan antara target pembangunan nasional dan realisasi di lapangan.

Lebih lanjut, laporan resmi menunjukkan posisi Indonesia pada pemeringkatan global masih berada di papan bawah, di mana skor sains berada di peringkat 73 dari 91 negara, literasi membaca di peringkat 74 dari 90 negara, serta matematika di peringkat 78 dari 90 negara. Tim redaksi mencatat bahwa persentase siswa yang mencapai kompetensi minimum juga masih sangat mengkhawatirkan, dengan sains sebesar 36,81 persen, membaca 27,11 persen, dan matematika hanya 16,93 persen.

Topics
pisa 2025 pendidikan indonesia literasi membaca sains indra charismiadji rpjmn
Jurnalis Hukum & Kriminal

Yuda adalah jurnalis yang fokus meliput isu-isu hukum dan kriminalitas. Lulusan Universitas Indonesia (UI), ia memiliki pemahaman mendalam tentang sistem peradilan dan penegakan hukum di Indonesia. Tulisannya menjadi rujukan bagi pembaca yang ingin memahami kompleksitas hukum dan kasus-kasus kriminal.