Aksi kejahatan jalanan kembali mencoreng keamanan Kota Medan setelah seorang wanita berinisial ESR menjadi sasaran kekerasan komplotan begal. Korban diserang secara membabi buta menggunakan senjata tajam jenis celurit saat melintas di kawasan Medan Labuhan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Peristiwa mengerikan tersebut terjadi di Jalan Pancing, Kecamatan Medan Labuhan, pada Rabu pagi sekira pukul 05.30 WIB. Berdasarkan laporan kepolisian, korban yang sedang mengendarai kendaraan berupaya dihentikan secara paksa oleh para pelaku yang mengincar harta bendanya.
Meskipun berhasil melarikan diri dari cengkeraman para pelaku, korban tidak luput dari amukan senjata tajam. Korban mengalami luka sabetan yang cukup serius pada bagian kaki dan tangan kiri hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Menanggapi insiden tersebut, aparat kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan mendalam di tempat kejadian perkara. Hasilnya, tim Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan berhasil mengidentifikasi dan menangkap seorang pelaku berinisial JA yang masih berusia 19 tahun.
Menurut keterangan Kanit Pidum Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan Ipda Marcellino Damanik, penangkapan pelaku dilakukan setelah petugas mengantongi sejumlah bukti kuat di lapangan. Pelaku kemudian digelandang ke Mapolres Pelabuhan Belawan guna menjalani pemeriksaan intensif lebih lanjut.
Berdasarkan hasil interogasi awal, pelaku JA mengakui perbuatannya dan membeberkan bahwa ia tidak beraksi seorang diri. Ia melancarkan aksi keji tersebut bersama sejumlah rekan komplotannya yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang.
Berdasarkan analisis awak media, maraknya aksi kejahatan jalanan dengan melibatkan usia remaja menuntut adanya pengawasan ekstra dari berbagai pihak. Kepolisian diimbau untuk terus menggiatkan patroli malam hingga pagi hari di titik-titik rawan guna memberikan efek jera kepada para pelaku kriminal.
Saat ini, pihak kepolisian menegaskan bahwa perburuan terhadap anggota komplotan lainnya masih terus berlanjut. Aparat berwenang berkomitmen untuk membongkar tuntas jaringan begal sadis ini demi mengembalikan rasa aman bagi masyarakat Kota Medan.