Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional atau DPD IKAL-Lemhannas Aceh kembali menggelar forum diskusi bertajuk Ngopi Kebangsaan di Banda Aceh. Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur strategis mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, akademisi, hingga dunia usaha untuk membahas percepatan pemulihan daerah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Mengusung topik penting mengenai akselerasi rekonstruksi Aceh pascabencana hidrometeorologi, forum ini menyoroti perlunya memperkokoh ketahanan nasional melalui kolaborasi nyata. Berdasarkan pengamatan awak media, kegiatan semacam ini menjadi jembatan komunikasi yang efektif antarlembaga dalam merumuskan solusi strategis.
Ketua DPD IKAL-Lemhannas Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas MA, menjelaskan bahwa tradisi diskusi santai ini telah berjalan sejak tahun 2019 sebagai wadah silaturahmi sekaligus melahirkan gagasan konkret bagi daerah dan negara. "Kegiatan ini akan kembali kita laksanakan secara rutin. Selain untuk mempererat silaturahmi, forum ini menjadi wadah melahirkan ide dan gagasan konkret yang akan direkomendasikan bagi daerah, bangsa, negara, serta pentingnya sinergi lintas sektor," ujarnya.
Komitmen serupa turut disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Aceh serta jajaran keamanan. Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan SIK SH MH menyatakan bahwa jajarannya siap mengawal dan memperkuat sinergitas demi mempercepat pemulihan fisik maupun sosial di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Sementara itu, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko SE MH memaparkan bahwa pihak TNI terus menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur vital seperti jembatan penghubung. Menurut catatan di lapangan, Aceh saat ini menjadi wilayah dengan jumlah pembangunan jembatan pascabencana terbanyak.
Dari analisis tim redaksi, kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama untuk meredam dampak lanjutan dari krisis hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut. Dengan mengesampingkan segala perbedaan, seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu fokus sepenuhnya pada kesejahteraan masyarakat.
Ketua Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Dr Drs Imran MSi, turut mengingatkan agar semua pihak menghentikan narasi saling menyalahkan. "Pemulihan pascabencana dan penyelesaian rehab rekon di Aceh harus dilaksanakan secara sinergis. Fokus kita semata-mata pemulihan masyarakat terdampak," tegasnya menutup diskusi.