Perjalanan karier seorang musisi seringkali diwarnai oleh liku-liku kehidupan yang tidak biasa. Begitu pula yang dialami oleh Wang Congyu, seorang pianis konser asal Singapura yang namanya kini sejajar dengan musisi kelas dunia setelah resmi dinobatkan sebagai seorang Steinway Artist sejak tahun 2022.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Lahir dan dibesarkan di kawasan Clementi, Singapura, Wang sempat merasakan kebencian mendalam terhadap instrumen piano pada masa kecilnya. Tekanan akademis serta kewajiban berlatih yang dipaksakan membuatnya menjadi sosok yang memberontak, jauh berbeda dari kakaknya yang berprestasi cemerlang di bidang pendidikan formal.
Titik balik kehidupan Wang bermula ketika usianya menginjak 13 tahun dan gereja di sekolahnya membutuhkan seorang pemain piano. Berkat dorongan positif dari rekan-rekannya, kecintaannya terhadap dunia musik mulai tumbuh hingga ia nekat meninggalkan bangku sekolah pada usia 16 tahun demi merantau ke Paris tanpa jaminan finansial yang memadai.
Kehidupan di ibu kota Prancis jauh dari kata mudah bagi seorang remaja tanpa tempat tinggal tetap. Berdasarkan kisah perjuangannya, ia sempat mengalami masa-masa sulit dengan berpindah-pindah dari satu sofa teman ke sofa lainnya, bahkan bertahan hidup dengan makan seadanya di tengah kerasnya perjuangan mengejar impian bermusik.
Meski kerap dipandang sebelah mata oleh sistem konvensional, ketekunan Wang akhirnya membuahkan hasil manis ketika ia berhasil menyelesaikan studinya di École Normale de Musique de Paris. Kini, di usianya yang menginjak 34 tahun, ia aktif memimpin festival musik internasional, mengajar generasi muda, serta membuktikan bahwa jalan hidup yang tidak konvensional tetap mampu menembus panggung musik global.