Pemerintah Kota Binjai memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan di wilayahnya. Dukungan ini ditunjukkan saat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Binjai, Ruslianto, menghadiri Kajian Eksklusif Kajian Islam Sumatera Utara (KISS-SU) di Aula Masjid Alfatih Kota Binjai pada Minggu, 19 Juli 2026.
Apresiasi Pemko Binjai dan Pemprov Sumut
Baca Juga
-
Ledakan Keras Hancurkan Rumah Mewah di Medan Polonia, Enam Orang Luka Parah
Ledakan keras menghancurkan rumah mewah di Komplek Grand Polonia Medan, merusak tiga mobil dan...
-
Pemkot Tanjungbalai Gandeng IPHR Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Pemkot Tanjungbalai resmi menggandeng Ikatan Pejuang Honor R4 (IPHR) sebagai mitra strategis...
-
Sumut dan Pulau Pinang Malaysia Perkuat Kolaborasi Ekonomi hingga Pariwisata
Pemprov Sumut dan Pemerintah Negeri Pulau Pinang Malaysia mempererat hubungan kolaborasi di...
-
Tingkatkan Layanan Prima, BBKHIT Sumut Gelar Public Hearing di Medan
BBKHIT Sumatera Utara menggelar Public Hearing untuk menyusun standar pelayanan publik yang...
Acara yang mengusung tema "Behind the Smile: Allah Tahu Luka yang Tidak Diceritakan" ini mendapat apresiasi positif dari pemerintah daerah. Ruslianto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat efektif untuk memperkuat keimanan, menambah wawasan keislaman, serta mempererat tali ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
"Pemerintah Kota Binjai akan terus mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kajian seperti ini, kami berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat," ujar Ruslianto.
Dukungan senada juga datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumatera Utara, Syahrial Effendi, yang hadir mewakili Gubernur Sumatera Utara menegaskan komitmen serupa untuk membangun masyarakat yang religius dan berakhlak melalui kegiatan keagamaan.
Pesan Ustadzah Garlicha Maulidya
Dalam sesi tausiyah, Ustadzah Garlicha Maulidya mengajak para jemaah yang hadir untuk mengenali dan menerima setiap emosi tanpa harus memendamnya sendirian. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pasti menghadapi ujian hidup yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.
"Jadikan Allah SWT sebagai tempat kembali dalam setiap keadaan. Dengan memperbanyak rasa syukur, berserah diri, dan mendekatkan diri kepada-Nya, hati akan menjadi lebih tenang dan mampu menghadapi setiap ujian dengan penuh keikhlasan," tutur Ustadzah Garlicha Maulidya.