Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai kembali memperketat pengawasan internal guna memastikan seluruh jajaran pegawainya bersih dari penyalahgunaan barang haram. Langkah preventif tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tes urine mendadak yang melibatkan seluruh unsur pegawai di lingkungan lapas.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis awak media, langkah proaktif seperti ini menjadi instrumen penting bagi institusi pemasyarakatan dalam menjaga kredibilitas serta mencegah celah peredaran gelap narkoba dari dalam. Pengawasan ketat secara berkala dinilai efektif untuk menepis keraguan publik terhadap integritas aparat penegak hukum.
Kepala Lapas Kelas IIA Binjai Mochamad Mukaffi menyatakan bahwa kegiatan deteksi dini ini merupakan wujud ketegasan institusi dalam menerapkan prinsip tanpa kompromi terhadap segala bentuk pelanggaran narkotika.
"Kami berkomitmen untuk tidak memberikan ruang terhadap penyalahgunaan narkotika, termasuk kepada petugas di lingkungan Lapas Kelas IIA Binjai. Kegiatan ini merupakan agenda rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari pengawasan internal," tegas Mukaffi.
Dalam pelaksanaannya, proses pemeriksaan sampel melibatkan pengawasan ketat dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara. Hal tersebut dilakukan guna menjamin objektivitas, transparansi, serta akuntabilitas hasil pengujian tanpa ada intervensi.
Dari hasil pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh jajaran yang hadir, seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil negatif dari segala jenis zat narkotika. Capaian ini sekaligus memperkuat dukungan institusi terhadap program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.
"Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa jajaran Lapas Binjai konsisten dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba," pungkas Kalapas mengapresiasi kedisiplinan jajarannya.