Wilayah Kepulauan Seribu diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5 pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 04.23 WIB. Guncangan yang berpusat di laut ini dirasakan cukup luas hingga ke sejumlah wilayah sekitar.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan analisis pakar kegempaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, gempa tersebut tergolong sebagai gempa dalam atau deep earthquake karena kedalamannya mencapai 376 kilometer.
Dalam keterangannya, Irwan menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan jenis gempa intraslab, yaitu aktivitas seismik yang terjadi di dalam lempeng bumi itu sendiri alih-alih di bidang kontak antar lempeng.
"Kalau kita lihat lokasi kedalamannya, maka saya menduga ini termasuk dalam kategori gempa dalam," ujar Irwan saat menjelaskan karakteristik unik tektonik di utara Pulau Jawa.
Fenomena serupa ternyata memiliki catatan historis di kawasan utara Pulau Jawa. Sejumlah kejadian serupa pernah tercatat sebelumnya, seperti di utara Tuban pada tahun 2023, Jepara pada tahun 2020, hingga wilayah Rembang pada tahun 2019.
Menurut pengamatan tim redaksi, rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa Lempeng Australia yang menunjam ke bawah Pulau Jawa mampu menyusup hingga kedalaman ekstrem, karakteristik yang membedakannya secara signifikan dari wilayah Sumatra.