Ratusan warga memadati halaman rumah Ketua DPD Al Washliyah Tanjungbalai, Merry Simargolang, di Jalan Anwar Idris pada Senin (20/7/2026) dini hari. Kumpulan masyarakat tersebut antusias mengikuti agenda nonton bareng (nobar) laga puncak Final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol melawan Argentina.
Sorak Sorai Pecah Usai Gol Ferran Torres
Baca Juga
-
Bek Argentina Cristian Romero Tolak Jabat Tangan Donald Trump di Final Piala Dunia
Bek Argentina Cristian Romero mengabaikan jabat tangan Presiden AS Donald Trump saat upacara...
-
Kalahkan Argentina Lewat Perpanjangan Waktu, Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Spanyol sukses merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina melalui gol...
-
Donald Trump Ikut Naik ke Podium Juara Piala Dunia 2026, Picu Momen Canggung
Presiden AS Donald Trump ikut naik ke podium juara Piala Dunia 2026 usai Spanyol mengalahkan...
-
Final Piala Dunia 2026, Paredes Dapat Kartu Merah usai Banting Gavi
Gelandang Argentina Leandro Paredes menerima kartu merah setelah menyerang Eric Garcia dan...
Pertandingan sengit sejak awal membuat suasana nobar berlangsung tegang dan penuh emosi. Kemeriahan memuncak saat Ferran Torres mencetak gol kemenangan bagi Timnas Spanyol pada menit ke-106 di babak tambahan waktu.
Gol tunggal tersebut membuat para pendukung La Roja langsung bersorak riuh. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi sekaligus memastikan Spanyol keluar sebagai juara baru dan meruntuhkan dominasi Argentina sebagai juara bertahan.
Apresiasi Kebersamaan dan Sportivitas Penonton
Ketua DPD Al Washliyah Tanjungbalai, Merry Simargolang, menyampaikan apresiasinya atas kedisiplinan warga selama menyaksikan laga. Ia menilai seluruh penonton mampu menjaga ketertiban meski mendukung tim yang berbeda.
"Meskipun masing-masing memiliki tim favorit, seluruh pendukung tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan menjunjung tinggi sportivitas dari awal hingga berakhirnya pertandingan," ujar Merry.
Dominasi Permainan Spanyol hingga Kartu Merah Argentina
Merry juga memuji penampilan dominan skuad Spanyol yang terus menekan pertahanan lawan. Menurutnya, taktik efektif yang diterapkan mampu meredam gempuran serangan balik dari Argentina sepanjang laga.
Sebelum gol penentu tercipta, pertandingan sempat imbang 0-0 selama 90 menit waktu normal berkat aksi gemilang kiper Argentina. Namun, tekanan bertubi-tubi dari Spanyol membuat pertahanan tim Tango kewalahan, hingga gelandang Enzo Fernandez diganjar kartu merah jelang akhir laga.