Gelandang Timnas Argentina, Rodrigo De Paul, meluapkan kemarahannya di media sosial usai timnya gagal mempertahankan gelar juara Piala Dunia akibat takluk 0-1 dari Spanyol di laga final. Melalui unggahan di Instagram pada Senin, pemain Inter Miami tersebut melayangkan pesan menohok untuk membela kekompakan tim dan membalas berbagai kritik pedas dari publik.
Sebut Publik Menanti Kejatuhan Timnas Argentina
Baca Juga
-
Bek Argentina Cristian Romero Tolak Jabat Tangan Donald Trump di Final Piala Dunia
Bek Argentina Cristian Romero mengabaikan jabat tangan Presiden AS Donald Trump saat upacara...
-
Kalahkan Argentina Lewat Perpanjangan Waktu, Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Spanyol sukses merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina melalui gol...
-
Donald Trump Ikut Naik ke Podium Juara Piala Dunia 2026, Picu Momen Canggung
Presiden AS Donald Trump ikut naik ke podium juara Piala Dunia 2026 usai Spanyol mengalahkan...
-
Final Piala Dunia 2026, Paredes Dapat Kartu Merah usai Banting Gavi
Gelandang Argentina Leandro Paredes menerima kartu merah setelah menyerang Eric Garcia dan...
Pemain yang kerap dijuluki "pelindung" Lionel Messi itu mengungkapkan rasa sakit hatinya karena gagal membawa pulang trofi. Meski begitu, De Paul menyoroti banyaknya pihak yang menyebarkan teori konspirasi dan dinilai menunggu momen kegagalan Argentina sepanjang turnamen berlangsung.
"Hari ini saya melihat betapa banyaknya orang yang menantikan kejatuhan ini, menyebarkan teori konspirasi tak berdasar demi meredakan rasa sakit mereka sendiri karena tidak bisa merasakan apa yang kami rasakan. Senyuman kami mengganggu mereka, gaya kami membuat mereka kesal," tulis De Paul dalam unggahannya.
Sorotan Gaya Bermain Keras dan Kontroversi La Albiceleste
Sepanjang gelaran Piala Dunia, citra Argentina memang sempat terseret sorotan negatif akibat gaya bermain keras di lapangan. Laga semifinal melawan Inggris yang dimenangkan Argentina dengan skor 2-1 sempat memicu perdebatan terkait beberapa insiden pelanggaran keras yang terlepas dari sanksi wasit.
Tetap Bangga Menjadi Bagian dari Argentina
Tensi tinggi juga berlanjut hingga laga puncak melawan Spanyol, yang diwarnai tindakan emosional dari sejumlah pemain usai peluit panjang berbunyi. Kendati dihantam gelombang kritik dan rasa kecewa yang mendalam, De Paul menegaskan ikatan emosional antara tim dan para pendukung akan tetap tak tergoyahkan.
"Rasa sakit ini akan bertahan lama, tetapi hari ini, lebih dari sebelumnya, saya bangga menjadi orang Argentina," tutur De Paul menutup pernyataannya.