Gelandang serang Timnas Prancis, Rayan Cherki, akhirnya buka suara usai insiden perselisihannya dengan sang pelatih, Didier Deschamps. Momen ketegangan itu terjadi saat jeda minum di laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris.
Ungkap Rasa Terima Kasih Mendalam
Baca Juga
-
Bek Argentina Cristian Romero Tolak Jabat Tangan Donald Trump di Final Piala Dunia
Bek Argentina Cristian Romero mengabaikan jabat tangan Presiden AS Donald Trump saat upacara...
-
Kalahkan Argentina Lewat Perpanjangan Waktu, Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Spanyol sukses merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina melalui gol...
-
Donald Trump Ikut Naik ke Podium Juara Piala Dunia 2026, Picu Momen Canggung
Presiden AS Donald Trump ikut naik ke podium juara Piala Dunia 2026 usai Spanyol mengalahkan...
-
Final Piala Dunia 2026, Paredes Dapat Kartu Merah usai Banting Gavi
Gelandang Argentina Leandro Paredes menerima kartu merah setelah menyerang Eric Garcia dan...
Dua hari setelah kekalahan 4-6 dari Inggris, pemain Manchester City itu mengunggah pesan hangat di media sosialnya. Cherki menegaskan bahwa dirinya tetap menaruh rasa hormat yang tinggi kepada Deschamps.
"Reconnaissance infinie (rasa terima kasih yang tak terhingga) kepada pelatih atas semua yang telah ia capai untuk sepak bola Prancis dan karena telah memberi saya kesempatan debut di Les Bleus. Sejarah berbicara untuknya," tulis Cherki melalui akun Instagram pribadinya, Senin.
Sedih Hasil Akhir Timnas Prancis
Cherki tampil sebagai starter saat menghadapi Inggris, tetapi ditarik keluar pada babak pertama. Laga ke-14 bersama Les Bleus ini menjadi salah satu penampilan paling mengecewakan bagi pemain berusia muda tersebut.
Ia mengaku sangat sedih dengan hasil akhir turnamen. Padahal, seluruh skuad memiliki misi besar untuk membuat para pendukung merasa bangga dan bahagia.
Tetap Bersatu Demi Masa Depan
Meski diwarnai kekecewaan, Cherki tetap mengapresiasi kebersamaan di dalam skuad Les Bleus. Ia menganggap seluruh tim sebagai satu keluarga yang harus tetap solid.
"Terima kasih kepada seluruh grup atas momen persaudaraan yang tak terlupakan ini. Terlepas dari perbedaan, kesalahan, atau kegagalan kami, kami adalah satu keluarga dan tergantung pada kami untuk tetap bersatu agar sepak bola Prancis bangkit lebih kuat!" ungkap Cherki.