Presiden Prabowo Subianto membanggakan pendirian bank emas sebagai salah satu capaian bersejarah Indonesia. Langkah strategis ini mencatatkan pengelolaan 153 ton emas dalam kurun waktu satu tahun sejak pertama kali dibentuk.
Kelola Aset Senilai 20 Miliar Dollar AS
Baca Juga
-
Aismoli Siap Dukung Rencana Prabowo Luncurkan Motor Listrik Nasional
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyatakan siap berkontribusi...
-
Prabowo Sebut Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan, NTP dan Beras Rekor
Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia berhasil swasembada 8 komoditas pangan, serta...
-
Bek Argentina Cristian Romero Tolak Jabat Tangan Donald Trump di Final Piala Dunia
Bek Argentina Cristian Romero mengabaikan jabat tangan Presiden AS Donald Trump saat upacara...
-
BMKG Minta Warga Waspada, Medan dan Deli Serdang Berpotensi Hujan Malam Ini
BBMKG Wilayah I memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatra Utara, termasuk Medan dan Deli...
Keberhasilan pendirian bullion bank pertama dalam sejarah Republik Indonesia tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin taklimat sidang paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
"Kita telah berhasil mendirikan bank emas untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia. Indonesia punya bank emas bulion yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas," ujar Prabowo.
Prabowo juga mengonfirmasi total nilai kelolaan tersebut kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani. "Bank yang kita dirikan satu tahun yang lalu sekarang sudah mengelola emas senilai 20 miliar dollar," lanjutnya optimis nilai tersebut akan terus meningkat.
Sumber Akumulasi Emas dan Dampak Ekonomi
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menjelaskan bahwa akumulasi 153 ton emas ini berasal dari layanan PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI).
"Sejak 20 Februari 2025 kami sudah mengakumulasi total emas, baik di Pegadaian maupun Bank Syariah Indonesia, sekitar 153 ton. Ini satu hal yang juga terus akan kami kembangkan," kata Ferry dalam forum Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Pengembangan ekosistem bullion ini dirancang untuk memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global. Diresmikan pada 27 Februari 2025, keberadaan bank emas ini diproyeksikan mampu mendongkrak produk domestik bruto (PDB) hingga Rp 245 triliun dan membuka 1,8 juta lapangan kerja baru.